Persembahan Semen Tonasa Untuk Timur Indonesia


Pemerataan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia 


Beberapa tahun terakhir pemerintah dengan masif melakukan proyek-proyek pembangunan di seluruh daerah Indonesia, dari ujung Barat sampai ujung Timur Indonesia, khususnya daerah 3T (Terdepan, tertinggal, terluar). Pembangunan di daerah Timur pun menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini, Sekretaris Jenderal Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi Taufik Madjid mengatakan bahwa Kawasan Indonesia Timur adalah sumbu baru pembangunan di Indonesia, Indonesia Timur adalah halaman baru pembangunan.
 
Pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) merupakan beberapa dasar pondasi Indonesia untuk menjadi negara maju kedepannya, Menteri Keuangan Indonesia Ibu Sri Mulyani menekankan bahwa pembangunan infrastruktur juga berpotensi memberikan kontribusi pada pemulihan ekonomi yang lebih kuat serta sangat penting untuk mengatasi perubahan iklim.

Pembangunan infrastruktur seperti jembatan,jalan, pelabuhan, bandara dan lain-lain tentunya bisa terwujud dengan terpenuhinya bahan baku untuk pembangunannya. Pembangunan infrastruktur tentunya juga memberikan efek positif terhadap peningkatan kualitas SDM yang ada di Indonesia, beberapa contoh mudahnya adalah memberikan kemudahan untuk anak-anak bersekolah karena dibangunnya jembatan baru, anak-anak bisa menjadi lebih nyaman dalam belajar karena pembangunan gedung sekolah yang lebih baik, atau akses jalan ke desa lebih mudah karena dilakukan semenisasi.

PT. Semen Tonasa





53 Tahun sudah PT Semen Tonasa hadir untuk memenuhi keperluan bahan baku dalam pembangunan infrastruktur dan hunian-hunian serta memberikan manfaat bagi masyarakat di Indonesia terutama di Indonesia Bagian Timur. 
Banyak infrastruktur besar yang dibangun dengan Semen Tonasa, antara lain: Bypass Camba Maros-Bone, Underpass Mandai Makassar, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Jembatan Soekarno Manado, dan lainnya.

PT Semen Tonasa adalah produsen semen terbesar di Kawasan Timur indonesia yang menempati lahan seluas 1.571 hektar di Desa Biring Ere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, sekitar 68 kilometer dari kota Makassar. Desa Biring Ere sendiri merupakan daerah terpencil namun sangat kaya oleh bahan baku semen. Perusahaan ini diresmikan oleh Menteri Perindustrian Jenderal M. Yusuf pada tahun 1968.

Semen Tonasa merupakan merk jawara di daerah Timur Indonesia, didukung oleh infrastruktur terlengkap dan semangat wawasan lingkungan serta pembangunan berkelanjutan Semen Tonasa berkomitmen untuk terus berbenah dan berinovasi agar dapat memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Bagaimana bentuk pembangunan berkelanjutan yang dilaksanakan oleh Semen Tonasa sejauh ini?


Pembangunan berkelanjutan sendiri mencakup tiga lingkup kebijakan yaitu pembangunan ekonomipembangunan sosial dan perlindungan lingkungan

Semen Tonasa sendiri melalui Program tanggung jawab sosial dan lingkungan / Corporate Social Resposibility (TJSL) bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Pangkep, dinas terkait , lembaga penelitian, LSM, perusahaan lain di Pangkep dan masyarakat lingkar.
Dalam pelaksanaannya program tanggung jawab sosial dan lingkungan Semen Tonasa dinamakan Tonasa Bersaudara yang memiliki lima pilar di dalamnya.
  



Banyak sekali program-program pembangunan berkelanjutan yang berjalan selama puluhan tahun ini,  dan program terbaru yang direalisasikan pada Oktober ini ada di beberapa desa di Sulawesi Selatan, yaitu Desa Bulu Tellue, Desa Bulu Cindea dan Panggalungan Desa Tabo-Tabo. Di Desa Bulu Tellue terdapat program pengembangan usaha ayam petelur, bantuan peralatan pertukangan, dan pompanisasi. Untuk Desa Bulu Cindea yaitu realisasi program pembuatan jembatan penghubung antar desa, dan pengembangan ekowisata Mangrove Bulu Cindea. 

Sedangkan di Panggalungan Desa Tabo-Tabo yaitu realisasi program Elektrifikasi Tenaga Surya. Dari program-program tersebut, program Pengembangan Ekowisata Mangrove Bulu Cindea dan Elektrifikasi Tenaga Surya Desa Tabo-Tabo merupakan program unggulan multiyear. 
Diharapkan program-program ini dapat memberi dampak manfaat bagi masyarakat. Bagi program yang sifatnya membangun dan meningkatkan kemandirian, selain itu juga menjadi salah satu roda penggerak ekonomi masyarakat.

Salah satu program unggulan multiyear yaitu Pengembangan Kawasan Ekowisata Mangrove Desa Bulu Cindea memberi manfaat besar baik bagi ekosistem laut maupun manfaat yang dihasilkan oleh Pohon Mangrove. Dengan pengembangan kawasan Ekowisata Mangrove, diharapkan kedepannya menjadi pintu ekowisata terbesar, yang dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar dan juga peningkatan hasil laut di pesisir pantai dengan kualitas terbaik.



masyarakat Panggalungan Desa Tabo-Tabo dapat menikmati penerangan tahap pertama ini, baik untuk kebutuhan rumah tangga, komunikasi dan juga pendidikan. Anak-anak kita tidak lagi berjalan jauh untuk mendapatkan energi listrik untuk belajar. Mereka bisa lebih fokus dalam belajar dan mendapatkan informasi dari rumah. 

Dan ada fakta menarik dari program perlindungan lingkungan yang dijalankan Semen Tonasa, diketahui banyak spesies-spesies binatang yang jumlahnya meningkat dan yang awalnya tidak ada menjadi ada di kawasan sekitar Semen Tonasa. Antara lain burung Dara Laut Benggala, burung madu hitam, burung raja udang dan lainnya.




Yang tidak banyak orang tahu, sejak 2009 Semen Tonasa telah menggunakan bahan bakar alternatif selain batubara untuk produksi yaitu dengan menggunakan sekam padi dan cangkang mete, meskipun belum 100% diharapkan dengan bahan bakar alternatif ini bisa mengurangi ketergantungan terhadap batubara, menciptakan pabrik yang ramah lingkungan serta dapat mereduksi emisi CO2 hasil dari pembakaran batubara.


Selain itu selama ini Semen Tonasa pun aktif terjun memberikan bantuan saat terjadi bencana yang ada di Indonesia, mulai dari bencana kebakaran sampai yang terbaru ini adalah bencana banjir dan longsor di Luwu.


Komitmen Semen Tonasa untuk melakukan perlindungan lingkungan sosial pun tidak hanya isapan jempol semata, terbukti di salah satu wilayah bekas tambangnya yaitu Mangilu Kabupaten Pangep tidak ada tersisa kawasan yang gersang berdebu, namun tergantikan dengan suasana hijau dari ribuan bibit pohon yang ditanam dan sejuknya danau yang sekarang sudah berisi banyak karamba-karamba tambak ikan yang dikelola oleh masyarakat.


Selain itu di wilayah lain pun bekas tambang diplah menjadi Taman Keanekaragaman Hayati atau bisa disebut Taman Kehati dan ada juga Geopark Bulu Sipong dengan lus 31.64 hektare. Wilayah ini pun sekarang menjadi destinasi wisata yang populer di Kabupaten Pangkep.




Dengan seluruh kerja keras yang dijalani selama ini, Semen Tonasa menuai banyak pujian dan segudang penghargaan salah satunya yaitu penghargaan yang sering diraih setiap tahunnya adalah penghargaan Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Selamat Hari Jadi PT. Semen Tonasa yang ke-53 semoga semakin maju dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Terima kasih atas persembahanmu selama ini untuk Indonesia.

Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Writing Competition 1.0 53 Tahun Semen Tonasa Membangun Negeri 2021

Sumber referensi:
  • https://kemendesa.go.id/berita/view/detil/3832/kawasan-timur-adalah-sumbu-baru-pembangunan-indonesia
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_berkelanjutan
  • https://koran.fajar.co.id/2021/10/31/ada-kesempatan-kedua-lingkungan-tetap-lestari/2
  • website www.sementonasa.co.id
Sumber Visual:
Infografis: Admi Lidya Sari dengan gambar dari instagram dan websiter semen tonasa


Posting Komentar

0 Komentar