Memenuhi Zat Besi Pada 1000 Hari Kehidupan Pertama Bersama Maltofer

By Lidya Basrindu - 02.38

*pengalaman kekurangan zat besi*

Sebelum melalui kehamilan yang pertama, aku masih belum aware mengenai HB rendah atau anemia, jadi ya waktu itu santai-santai aja kurang makan sayur dan banyak minum teh.
Lalu kekhawatiran tentang anemia datang ketika cek darah di puskesmas dan hasil menunjukkan HB aku sangat rendah, waktu itu hanya 8,8 dan dijelaskan oleh petugas di puskesmas bahwa normalnya perempuan dewasa seharusnya HBnya 12 ke atas. Dan artinya aku kekurangan zat besi.

Tentunya setelah itu aku langsung diberi ceramah oleh Ibu bidan di puskemas karena kekurangan darah dan dijelaskan resikonya jika HB rendah terhadap janin juga.
Akhirnya diresepkan tablet tambah darah untuk mengobati anemia dan coba tebak apakah aku meminum obat-obatan dari puskemas tersebut? Jawabannya tidak, karena sering kelupaan dan mual meminumnya , akhirnya tidak meneruskan minum obat.

Akibatnya saat pemeriksaan darah berikutnya, HB aku tetap rendah dan kembali lagi diceramahi oleh bidan karena masih bandel gak minum obat penambah darah dan pola makan masih tidak baik.
Setelah beberapa bulan HB tidak naik, akhirnya aku puasa minum teh selama sebulan dan rajin minum sari kurma juga serta tidak lupa memaksakan diri minum obat tablet penambah darah itu, akhirnya HB normal.

Pada kehamilan kedua ini ternyata HB aku rendah lagi loh, ya karena kadang masih pengen icip-icip teh, kopi dan jarang makan sayur juga. Akhirnya setelah pemeriksaan lengkap di puskesmas kembali aku diresepkan obat penambah darah, dan jujur masih suka lupa juga minumnya huhu. 

Tapi demi aku dan anakku harus dipaksa ingat dan minum obatnya mengingat HB rendah ini terjadi dalam 2 kali kehamilanku dan ada kecemasan jangan sampai aku kekurangan zat besi sehingga berakibat fatal pada janin nantinya.
Nah kemarin waktu periksa USG di dokter, aku cerita kalau HB aku rendah waktu cek di puskemas dan ternyata diresepkan obat juga, tapi karena obat dari puskesmas masih ada jadi aku cuma dikasih copy resep dari obat yang diresepkan itu, dan obatnya dengan merk Maltofer.


*Seminar Kesehatan Peran Penting Zat Besi dan 1000 Hari Kehidupan Pertama*


Pas banget Sabtu, 26 Oktober 2019 aku berkesempatan untuk berhadir pada acara yang diadakan oleh Maltofer Woman Community Dengan Tema Peran Penting Zat Besi dan 1000 Hari Kehidupan Pertama (Golden Age) di hotel Golden Tulip Galaxy Banjarmasin dengan Narasumber dr. Gladys Gunawan Sp. A (Konsultan Tumbuh kembang)
Waktu diberi tahu akan ada acara ini aku excited banget, karena sekarang aku sedang hamil anak kedua dan juga sedang membersamai perkembangan anak pertama yang masih dalam golden Age (masa keemasan ) juga.


yang didapat di dalam Goodie bag


Acara ini berlangsung dari pukul 9 pagi sampai dengan 1 siang, dimulai dengan registrasi, cek HB, coffee break, kemudian pemaparan materi oleh para narasumber dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawabnya. Acara berlangsung seru karena dipandu oleh MC yang asyik yaitu kak Puja, setelah sesi tanya jawab kemudian juga ada sesi sharing bersama mbak Ika Puspita yang juga seorang mom Blogger yang membagikan tips berbagi cerita di sosial media atau blog, sesi perkenalan juga bersama komunitas Ibu Profesional Kalimantan Selatan dan acara diakhiri dengan makan bersama dan juga pembagian hadiah door prize serta pemenang photo contest. Selain itu juga ada pojok mewarnai untuk anak-anak yang ikut bersama ibunya pada acara ini.

Pengecekan HB


Sewaktu pengecekan HB, alhamdulillah HB aku sudah naik sedikit daripada awal bulan lalu yang masih di angka 9, kemarin sudah naik jadi 10,8 meskipun masih rendah juga. Jujur Meskipun HB aku rendah waktu kehamilan pertama aku fine-fine aja gak ngerasa kenapa-kenapa makanya kaget waktu tau HB aku rendah, ternyata waktu kehamilan kedua ini berasa banget si HB rendah itu badan aku jadi cepat capek daripada sebelumnya.

Jadi apa sih 1000 Hari Kehidupan Pertama itu? 1000 Hari Kehidupan Pertama adalah kehidupan yang dihitung mulai dari pertemuan antara sperma dan sel telur yang menjadi zigot atau pembuahan lalu menjadi janin yang dikandung sampai dengan usia 24 bulan atau 2 tahun. Atau selama 270 hari selama masa kehamilan dan 730 hari sampai dengan anak berusia 2 tahun, 1000 kehidupan pertama disebut golden Age atau masa keemasan dari sang anak. 

Masa keemasan adalah masa terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang tentunya akan berpengaruh di masa depan karena pada masa ini terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat, yang mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna.

Dokter Gladys


Dokter Gladys bercerita banyak sekali orang tua pasiennya yang datang dengan keluhan mengenai anaknya di saat usia anak sudah melewati golden agenya sehingga terjadi keterlambatan penanganan tumbuh kembang anak yang terlambat atau terganggu, padahal golden Age itu adalah masa-masa yang tidak bisa diulang dan tidak dapat diperbaiki di masa kehidupan selanjutnya.

Kemudian beliau juga mengatakan banyak sekali orang tua dan beberapa tenaga kesehatan yang lalai dalam mempelajari mengenai pentingnya zat besi dan nutrisi untuk anak sejak dalam kandungan ini, sehingga tidak teredukasi untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya sejak dalam kandungan. Padahal jika mempunyai harapan agar memiliki anak yang cerdas maka memang benar-benar harus di mulai dari awal, dipersiapkan sejak 1000 Hari Kehidupan awal anaknya.

*fungsi zat besi pada ibu hamil & menyusui *

Dalam website kementerian kesehatan dikatakan bahwa Kebutuhan kandungan zat besi (Fe) pada ibu hamil adalah sekitar 800 mg. Adapun kebutuhan tersebut terdiri atas 300 mg yang dibutuhkan untuk janin dan 500 gram untuk menambah masa hemoglobin maternal. Kelebihan sekitar 200 mg dapat diekskresikan melalui usus, kulit, dan urine. Pada makanan ibu hamil, tiap 100 kalori dapat menghasilkan sebanyak 8-10 mg Fe.

Untuk perhitungan makan sebanyak 3 kali, dengan kalori sebanyak 2500 kal dapat menghasilkan 20-25 mg zat besi setiap harinya. Selama masa kehamilan lewat perhitungan 288 hari, wanita hamil bisa menghasilkan zat besi  sekitar 100 mg. Dengan demikian, kebutuhan Fe (zat besi) masih kurang pada wanita hamil sehingga membutuhkan asupan tambahan.
Kekurangan zat besi pada ibu memengaruhi status zat besi dan perkembangan otak pada janin, serta memungkinkan terjadinya peningkatan resiko difesiensi besi dan perilaku bayi.

*Fungsi zat besi pada anak*


Pada Janin
- memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin
- memengaruhi perkembangan otak (korteks celebral berperan penting pada: perhatian, memori/ingatan, kesadaran persepsi, daya pikir, bahasa.)

Pada Bayi
- meningkatkan massa SDM secara cepat
- perkembangan postnatal
- memengaruhi pertumbuhan

Pada anak usia Pra-sekolah
-memengaruhi perkembangan
-memengaruhi pertumbuhan

Usia sekolah
- memengaruhi perkembangan
- memengaruhi pertumbuhan

Pada Remaja
- memengaruhi pola menstruasi
- penambahan volume darah
- meningkatkan massa otot

Kekurangan zat besi pada bayi memberikan efek pada:
1. Kinerja kognitif jangka pendek dan jangka panjang
2. Perilaku sosio-emosional
3. Perkembangan motorik
Dan hal-hal tersebut akan berlangsung dan bertahan sampai remaja.

Jadi dapat kita ketahui bahwasanya zat besi sangat diperlukan bukan saat ibu sedang mengandung saja tapi sampai dengan anak sudah lahir dan bertumbuh kembang sampai usianya 2 tahun di masa keemasannya. Bahkan sampai dewasa pun zat besi memiliki peran yang sangat penting di dalam tubuh. 

Meskipun memiliki peran yang sangat penting di dalam tubuh kekurangan zat besi merupakan kekurangan gizi yang paling umum di seluruh dunia yang hampir memengaruhi 3 miliar orang.



Kemudian selain narasumber utama ada juga narasumber kedua yaitu ibu dr. Karlinda Ekawati dari Combhipar yang menjelaskan mengenai anemia dan tentunya produk dari Maltofer itu sendiri.

kalau kalian dengar kata anemia apa sih yang terbayang di pikiran kalian? Apakah anemia itu darah rendah, kurang darah atau HB rendah? 

Jadi anemia adalah kekurangan sel darah merah dan kita bisa menyebutnya kurang darah bukan darah rendah.
Apa saja sih gejala dari anemia itu? Apakah kita bisa mengetahuinya tanpa perlu memeriksakannya? 

Gejala dari anemia antara lain:
1. Telapak tangan pucat
2. Telapak kaki pucat
3. Kelopak dalam mata bawah pucat
4. Cepat lelah
5. Cepat mengantuk
Dari beberapa gejala di atas kalian ada yang mengalaminya gak?

Kemudian siapa saja yang memiliki resiko tinggi terkena anemia? Yaitu wanita dewasa, ibu hamil, anak-anak dan manula.

Lalu bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh?
Salah satunya dengan asupan zat besi melalui makanan, zat besi terdapat pada daging sapi, ayam dan ikan kemudian juga terdapat pada sayuran hijau dan kacang-kacangan.

Asupan zat besi (makan siang) kami saat acara kemarin hihi

Dan dapat dilengkapi dengan suplemen zat besi yang banyak beredar di pasaran.

Salah satunya adalah suplemen zat besi dengan merk Maltofer yaitu suplemen penambah zat besi dengan kandungan Iron (III) Polymaltose Complex (IPC) Maltofer melepaskan kandungan zat besi secara aktif dan terkontrol sesuai kebutuhan ke dalam tubuh sehingga tidak terjadi penumpukan zat  besi.

*Kenapa Harus Maltofer*


Maltofer memiliki beberapa kelebihan dan perbedaan dibanding dengan suplemen zat besi lainnya, yaitu:

- Besi tablet ku yah dalam Iron (III) - hydroxide complex (IPC)
Dimana setiap partikel-partikel terbungkus dalam sebuah gugus polumer karbohidrat (Polymaltose). Hal ini untuk mencegah bahaya yang ditimbulkan besi pada sistem pencernaan. Proteksi ini juga mencegah interaksi besi dengan makanan. Selain itu, memastikan biovalibilitas besi.
- efektif dan ditoleransi dengan baik untuk ibu hamil dengan Iron defesiensi anemia
Maltofer efektif meningkatkan HB level dibandingkan dengan Ferrous (fe2+) dan memberikan toleransi yang baik terhadap efek mual dan muntah, konstipasi dan terbukti lebih signifikan dibandingkan dengan Ferrous.
- efektif dan ditoleransi dengan baik untuk anak-anak dengan Iron defisensi anemia
-Efek samping minimal
Iron Polymaltose complex diserap secara aktif dan terkontrol sehingga tidak menimbulkan kelebihan zat besi yang dapat menyebabkan mual, luka lambung, gangguan jantung dan susah BAB
-Rasa Cokelat yang enak
Semua sediaan Maltofer memiliki rasa cokelat yang enak sehingga dapat dikomsumsi dengan lebih baik dan tidak membuat kita mual saat meminumnya
-Aman dikomsumsi bersama dengan makanan dan minuman
Maltofer merupakan merupakan suplemen dengan body friendly iron yang dapat diberikan bersamaan dengan makanan maupun obat. Selain itu, Maltofer tidak memberikan interaksi yang merugikan dan tidak menimbulkan stress oksidatif.

Saat uji coba mencampurkan Maltofer dengan teh dibandingkan dengan merk lain


Memiliki 4 sediaan lengkap yaitu:

1. Maltofer Fol
Diperkaya dengan asam folat untuk ibu ham
2. Maltofer Chew
Tablet kunyah IPC pertama di Indonesia untuk segala usia
3. Maltofer Syrup
Kemasan sirup isi 150 ml dengan kandungan 1 ml= 10 ng Fe untuk anak dan dewasa
4. Maltofer Drops
Kemasan tetes isi 30ml untuk bayi dan anak

Maltofer Kemasan Sirup

Nah, buat teman-teman yang merasakan beberapa gejala anemia dan sudah memeriksakannya atau mau melengkapi kebutuhan nutrisinya selama kehamilan tidak ada salahnya untuk mencoba mengkonsumsi Maltofer sebagai suplemen zat besinya.

Informasi mengenai anemia, zat besi dan Maltofer lainnya bisa diakses di www.maltofer.combhipar.com atau cek instagramnya @maltoferid dan facebook Maltofer Indonesia.
Bye-bye anemia!

#Maltoferwomencommunity
#maltofer
#maltoferindonesia
#combiphar
#banjarmasin

  • Share:

You Might Also Like

22 komentar

  1. Saya dulu juga suka mual kalau minum obat tambah darah saat hamil, hiks. Untung sekarang ada maltofer yang banyak variannya ya, ada yang chew sama yang sirup juga buat dewasa, senang deh, jadi lebih mudah nelannya XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dan lebihnya lagi rasanya cokelat, bikin ga eneg diminum

      Hapus
  2. Bumil kayak lidya perlu banget sialtofer. Kalau di puskesmas suka dikasih Vit warna merah yang bikin mual hihi. Maltofer gak donk ya. Malah rasa coklat. Makasih sharringnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget mbak, sama-sama semoga bermanfaat yaa

      Hapus
  3. aku cepat lelah akhir2 ini. mungkin karena padatnya aktivitas dan kurang jam tidur. sampe kadang badan agak melayang :(
    kayany perlu cobain maltofer chew.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mbak langsung cus ke apotek beli Maltofer chewnyaa

      Hapus
  4. Gue baru tau, ternyata sepenting itu zat besi untuk diri kita.
    Yang penting, juatru untuk yang sedang hamil, dan perkembangan anak ya.
    Untuk saat ini, memang belom pnya, tapi nasehat ini akan dilaksanakan saat mempunya istri. Nantinya. Wkwk

    BalasHapus
  5. Kok tanda-tanda anemia banyak banget ya di saya 🤣🤭. Dulu pas hamil sempat juga mau pingsan 2x di tempat umum, tapi cek Alhamdulillah masih aman HBnya. Cuma gak tau kalau kekurangan zat besi atau tidak

    BalasHapus
  6. aku sering mengalami anemia sekarang2 ini kak, itu ready di semua apotik kah? terakhir hb aku masi 10 sih, keknya yg cair2 aku belum pernah tau :))

    BalasHapus
  7. Kebetulan istri saya sedang hamil juga. Referensi yang bagus untuk memahami pentingnya zat besi dari masa kehamilan sampai bayi berumur 24 bulan

    BalasHapus
  8. Persiapan buat anak memang bukan dimulai ketika udah lahir tapi dalam kandungan pun udah dimulai ya. Bermanfaat banget postingannya, kebetulan istri juga lagi hamil.Jadi, bisa sekalian nyiapin makanan yang mengandung zat besi secara rutin biar tumbuh kembang bayi makin sehat

    BalasHapus
  9. cie..congrats ya, blognya udah TLD. ngomongin maltofer, produknya memang ok punya. bahkan ada yang berbentuk sirup & drops. jadi kalo anak-anak bisa mudah mengonsumsinya.

    BalasHapus
  10. Setelah baca ini, aku kok jadi ngeri sendiri. Keknya simple banget males makan yg mengandung zat besi jadinya malah ke mana-mana ya kak.

    Duh, mudah-mudahan segera diangkat penyakitnya. Akupun, untuk menghindari makan dan minuman yg zaman sekarang serba kimia dan pengawet, aku memutuskan buat budidaya lebah sendiri, biar bisa konsumsi madu setiap saat kapan aku mau.

    Ow, ya. Soal info untuk ibu hamil itu terimakasih banget lhooo... Sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  11. Hal kecil dan tabu seperti inj wajib di ketahui banyak orang. Pengaruh sangat besar sekali. Edukasinya juga sangat perlu.

    BalasHapus
  12. Peran zat besi ini memang penting banget ya Mbak. Apalagi bagi ibu hamil seperti saya yang memang kudu jaga hb agar tetap normal. Btw ku belum pernah coba suplemen maltofer ini, jadi tertarik nih mengonsumsinya.

    BalasHapus
  13. Kalimat ini "padahal golden Age itu adalah masa-masa yang tidak bisa diulang dan tidak dapat diperbaiki di masa kehidupan selanjutnya." memang benar adanya. Kelak kalau udah punya anak, pada masa golden age kebutuhan nutrisinya pasti diusahakan harus tercukupi, salah satunya zat besi. Dengan begini tumbuh kembang otaknya bisa sempurna.

    BalasHapus
  14. Aku sering pusing sih apalagi pas dapet gitu, harus periksa sih sepertinya ke dokter hehe


    Salam,

    www.rizkyashya.com

    BalasHapus
  15. penting banget ya ternyata zat besi ini untuk tubuh. aku pas hamil kemarin perhatiannya cuma ke asam folat lho. trus kayaknya pas hamil anak kedua juga sempat kurang darah tapi akunya nggak tahu

    BalasHapus
  16. Wah banyak ilmu yg didapat, sayang banget aku ga ikutan eh karena baru balik Jogja. Huhu :(

    BalasHapus
  17. Zat besi itu penting banget!! Ya ampun apalah aku tanpa zat besi pas hamil kemarin. Nggak minum/makan zat besi itu ketahuan dari hemoglobin pas checkup hehe...

    BalasHapus
  18. Sepenting itu ya bun zat besi bagi tubuh kita, perlu diedukasi nih buat para bumil bumil yang ada di luar sana biar bisa aware terhadap zat besi yang ada di tubuhnya, biar nanti bisa melahirkan dan membesarkan anak yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa

    BalasHapus
  19. Apa Julio coba ku kasih maltofer aja ya mbak takut kalau dia jga zat besi ya kurang...
    BTW, sehat sehat sampai lahiran ya mbak.. Semangaaaatttttt

    BalasHapus

komentar anda sangat membantu saya untuk blog ini, terimakasih :)

Postingan Populer