Pantau Pertumbuhan dan Perkembangan anak melalui aplikasi PrimaKu

By Lidya Basrindu - 00.43

Pantau Pertumbuhan dan Perkembangan anak melalui aplikasi PrimaKu



Bismillah.. 

Siapa nih ibu-ibu yang setiap bulannya deg-degan setiap mau timbang di puskesmas atau klinik?
Deg-degan karena takut berat badan anak tidak bertambah atau bahkan turun.
Ya, itulah yang aku juga rasakan setiap mau mau mengukur pertumbuhan anak di puskemas.

Biasanya setelah melakukan pengukuran di puskemas dan dicatat di buku KIA, ya tidak terlalu banyak saran yang diberikan, bahkan kadang lingkar kepala anak juga tidak diukur, jadi tidak bisa banyak bertanya tentang tumbuh kembang anak di sana.

Nah, akhirnya aku kenal sama aplikasi PrimaKu waktu baca-baca instagramnya dokter Apin. Kalau tidak salah mulai mengisi aplikasinya waktu umur Ibrahim baru beberapa bulan.

Ayo kenalan sama aplikasi PrimaKu! 




Menurut penjelasan di aplikasinya, Aplikasi PrimaKu merupakan aplikasi digital yang didukung oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebagai upaya untuk membangun anak sehat Indonesia. Aplikasi PrimaKu dapat mempermudah orangtua di Indonesia dalam memantau tumbuh kembang anak sejak dini secara berkala dan berkelanjutan. Melalui Aplikasi PrimaKu, orangtua dapat memperoleh informasi yang diperlukan seputar kesehatan anak dengan praktis dan cepat dalam genggaman tangan.

Aplikasi ini menurut aku bagus banget untuk kita, karena isinya lumayan lengkap mulai dari jadwal imunisasi, grafik pertumbuhan mulai dari tinggi-berat-lingkar kepala, perkembangan anak (kasar dan halus) serta artikel-artikel untuk menambah pengetahuan kita seputar dunia bayi dan anak.





Keren banget menurut aku aplikasi ini, karena membantu kita untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak yang kadang kita sendiri gak ngeh dan aware terhadap hal-hal tersebut.
Grafik yang ditampilkan pun lebih detail dengan penjelasan singkatnya.

Kalau sudah mengunduh aplikasi PrimaKu, jangan lupa setiap bulan diisi ya data pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Biar kita bisa tahu secepatnya kalau ada kekurangan yang dirasa dan bisa langsung konsultasi ke dokter yang ahli menangani hal tersebut.


Dan kenapa sih pemantauan harus dilakukan, merujuk artikel pada situs IDAI. 

PERTUMBUHAN merupakan komponen penting dalam menilai status nutrisi dan dapat digunakan sebagai indikator dari kesehatan/kesejahteraan individu maupun populasinya. Gangguan pertumbuhan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Data sementara Survei Kesehatan Nasional 2008 menunjukkan bahwa prevalensi perawakan pendek 37 persen pada balita yang diakibatkan selain oleh karena kurangnya pasokan gizi saat pertumbuhan, juga berat saat lahir di bawah standar 2,5 kilogram. Menurut hasil Susenas 2005, prevalensi anak balita yang mengalami gizi kurang (underweight)sebesar 28 persen, sedangkan (wasting) sebesar 15,5 persen. Oleh karena itu, kegiatan deteksi pertumbuhan masih perlu ditingkatkan. 
"Cara mudah mengetahui pertumbuhan bayi usia satu tahun normal atau tidak adalah berat badan mencapai tiga kali berat lahir, panjang badan naik 50 persen dari panjang lahir, dan lingkar kepala naik sekitar 10 cm. Walau begitu, setiap anak akan bertumbuh dengan kecepatan yang berbeda sehingga perlu pengukuran berkala untuk memastikan tidak ada kelainan. Frekuensi pengukuran yang disarankan adalah setiap bulan sampai usia satu tahun, setiap 3 bulan sampai usia 3 tahun, setiap 6 bulan sampai usia 6 tahun, dan 1 tahun sekali pada tahun-tahun berikutnya.
Acuan yang digunakan untuk tiap kelompok usia dapat berbeda. Saat ini Indonesia menggunakan kurva pertumbuhan milik Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan kurva dari Center for Disease Control Prevention (CDC,2000).Indikator yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), meski ada juga indicator lain seperti tinggi badan menurut usia (TB/U), dan berat badan menurut usia (BB/U).
Indikator BB/TB menentukan status gizi anak dengan membandingkan berat dengan berat ideal menurut tinggi badannya, kemudian dapat diinterpretasikan sebagai obesitas, gizi lebih, gizi baik, gizi kurang, dan gizi buruk. Indikator TB/U membandingkan tinggi badan seorang anak dengan anak yang sama jenis kelamin seusianya. Interpretasinya adalah tinggi, normal, perawakan pendek, dan perawakan sangat pendek. Adapun indicator BB/U membagi anak menjadi berat badan normal, berat badan kurang, dan berat badan berlebih. Indicator ini membandingkan berat badan seorang anak dengan anak seusianya."

Jadi penting banget kan memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak bayi ini? Artikel-artikel bermanfaat tentang anak bisa dibaca di situs Ikatan Dokter Anak Indonesia www.idai.or.id.
Dan jangan lupa ya unduh aplikasi PrimaKu sebagai media pembantu pemantau pertumbuhan dan perkembangan anak kita.

Sumber: Aplikasi PrimaKu dan Situs IDAI 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

komentar anda sangat membantu saya untuk blog ini, terimakasih :)

Postingan Populer