Guru, Pahlawan dan Pejuang

By Lidya Basrindu - 05.53

Guru, sebenarnya siapa dan apa yang dimaksud dengan guru itu sendiri? Dalam pepatah Jawa Guru adalah digugu dan ditiru yang berarti guru adalah sosok yang menjadi contoh, panutan yang baik untuk ditiru oleh para murid, sementara menurut UU RI no.14 tahun 2005 guru adalah Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Selama ini guru selalu dikaitkan dengan istilah “Pahlawan tanpa tanda jasa” kenapa bisa dikatakan seperti itu? Mungkin banyak anak kecil yang akan bertanya kepada bapak ibunya atau bahkan kepada gurunya sendiri kenapa bisa dikatakan bahwa guru adalih pahlawan tanpa tanda jasa, mungkin mereka akan bertanya seperti ini “kenapa guru dikatakan sebagai pahlawan? Mereka kan tidak berperang? Mereka juga tidak melawan penjahat” anak-anak akan bertanya seperti itu karena di dalam pikiran mereka pahlawan adalah para superhero yang sering muncul di film dan di televisi.



Pahlawan bisa dikatakan sebagai pejuang, berarti guru juga bisa dikatakan sebagai pejuang, disini peranan para guru memang bukanlah sebagai pejuang yang melawan musuh dengan bambu runcing demi mempertahankan bangsa, tapi perananan guru disini adalah sebagai pejuang yang membantu mempertahankan dengan memberikan pelajaran, bukan pelajaran untuk berperang tapi pelajaran yang mengandung ilmu pengetahuan yang bisa mencerdaskan para muridnya, para anak bangsa untuk bisa menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik di masa depan.

Tanpa para guru yang membagikan ilmunya dengan ikhlas kepada para murid, sebuah bangsa hanya akan menjadi bangsa yang tertinggal, bangsa yang tidak bisa mempertahankan negaranya sendiri, karena para pribadinya pun tidak bisa mempertahankan dirinya sendiri karena faktor ketidak adaannya ilmu, tidak adanya pengetahuan, dan hanya akan menjadi sebuah bangsa yang diremehkan oleh bangsa lain.

Guru disini bukan hanya guru di sekolah, tapi juga orang tua, seperti yang banyak dikatakan berbagai sumber bahwa orang tua adalah guru yang pertama. Guru yang mengajari kita cara berbicara, cara berjalan, cara bersosialisasi, dan cara untuk menjadi anak yang rajin beribadah. Dan seorang guru pun mempunyai guru yaitu orangtua. Orangtua lah yang menjadi faktor penentu bagaimana sang anak di masa depan, apabila orangtua bisa menjadi orangtua yang bijak, arif, adil, dan bijaksana dan mampu memahami karakter sang anak maka insyallah anak itu akan menjadi anak yang berbakti kepada orangtua, bangsa dan negara.

Akhir-akhir ini banyak pandangan miring terhadap guru, bahkan bukan hanya pandangan miring, tapi juga cemoohan dan guru yang diremehkan, dan pandangan itu datang dari para muridnya sendiri, kenapa bisa terjadi? Apa ada yang salah dengan sistem pendidikan guru ini? Salah satu sifat guru yang saya liat dan alami kebanyakan adalah guru yang ingin menjadi pusat perhatian murid, dan terkadang memiliki jarak yang sangat jauh dengan muridnya, anggapannya ada batasan yang sanga terlihat antara sang guru dan murid, apakah itu salah? Tidak, tidak salah hanya saja kurang cocok untuk karakter murid di zaman ini, sekarang atau bahkan sejak dulu murid ingin menjadi seorang yang bersahabat dengan sang guru tidak menginginkan adanya jarak dengan sang guru. Menginginkan sosok guru yang mau dan bisa bersahabat, bergaul, dan menjadi teman untuk berbagi dengan muridnya, memiliki hubungan yang berkualitas dengan muridnya, dan bisa tumbuh perasaan yang kuat agar antara guru dan murid akan saling menghoramati, dan tentunya seorang guru juga harus bisa menjadi seorang orangtua bagi sang murid. Jadi kemana hilangnya sang pahlawan tanpa tanda jasa saat ini?



Para pahlawan tanpa tanda jasa masih ada, alhamdulillah sekarang pandangan miring itu mulai berkurang, para pahlawan tanpa tanda jasa yang sebenarnya bangkit kembali dan terus memahat diri agar menjadi guru-guru yang lebih baik untuk kedepannya, dan semoga dengan adanya sertifikasi guru, para guru di Indonesia sekarang lebih termotivasi untuk lebih berinovasi dan lebih kreatif dalam teknik pengajaran, serta dalam sistem pendidikan. dan semoga kekurangan guru di Indonesia bisa cepat terselesaikan, sehingga tidak ada lagi anak Indonesia yang kekurangan guru di sekolahnya. Semoga Indonesia semakin jaya semakin maju dan terus berkibar layaknya bendera merah putih yang akan terus berkibar meski sudah di ujung negeri. Amin J


tulisan ini diikutsertakan dalam gerakan Indonesia berkibar blog competition 2012

  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. Guru adalaha pahlawan tanpa tanda jasa, tanpa guru mungkin kita bukan siapa-siapa dan apa-apa sekarang

    BalasHapus
  2. Teman - teman kesulitan untuk Belajar Komputer karena kesibukan? kini kami memfasilitasi kursus komputer jarak jauh via online, silahkan kunjungi website kami di asianbrilliant.com, Master Komputer, Kursus Online, Kursus Jarak Jauh, Kursus Programming, Kursus Desain Grafis

    Ayah, Bunda..butuh guru untuk mengajar anak-anak dirumah ? kami memfasilitasi 1000 guru untuk anak-anak ayah dan bunda datang kerumah, silahkan kunjungi website kami di smartsukses.com, Bimbingan Belajar, Les Private, Les Privat, Les Private Mata Pelajaran, Guru Datang Ke Rumah, Guru Private

    BalasHapus

komentar anda sangat membantu saya untuk blog ini, terimakasih :)

Postingan Populer