justice for orangutan

By Lidya Basrindu - 01.36

baru-baru ini saya menonton di televisi tentang adanya pembantaian orang utan di daerah kalimantan timur, orang utan diburu dan dibantai karena mereka dianggap hama di dalam perkebunan sawit yang dulunya adalah hutan bagi para orang hutan. dan orang utan diburu atas sayembara yang dilakukan oleh sebuah perusahaan kelapa sawit milik Malaysia, jadi siapa yang bisa menangkap orang utan di daerah perkebunan baik hidup ataupun mati akan mendapatkan imbalan.
saya yang juga sebagai orang Kalimantan merasa miris melihat kejadian ini, dikarenakan orang utan merupakan satwa yang hampir punah dan dilindungi.
menurut data yang di dapat, pembantaian orang utan di daerah itu merupakan rahasia umum yang diketahui masyarakat.
saya sangat miris saat melihat berita di televisi saat diperlihatkan sejauhmata memandang hanya kebun kelapa sawit yang dapat dilihat dan sangat sedikit hutan di daerah itu.
jadi tidak salah apabila para orangutan yang lahan hidupnya semakin berkurang dan kelaparan mencari makan ke perkebunan sawit, dan menjadikan kelapa sawit sebagai makanan pokoknya.
mungkin saya hanya dapat berkomentar tanpa melakukan hal apapun, tapi dengan adanya tulisan blog ini saya juga berpartisipasi untuk memberikan dukungan agar dengan segera pembantaian orang utan dihentikan.

Metrotvnews.com, Samarinda: Center for Orang Utan Protection, lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk penyelamatan orang utan, menyatakan telah terjadi pembantaian terhadap orang utan di sejumlah tempat di Indonesia. Hal itu terbukti dengan ditemukannya puluhan orang utan dalam keadaan tidak bernyawa di beberapa tempat di Indonesia.

Hardi Baktiantoro, Huru Bicara Center for Orang Utan Protection dalam wawancara via telepon dengan Metro TV, Kamis (29/9), menegaskan bahwa tidak ada alasan orang utan tidak dilindungi. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kehutanan, wajib melindungi orang utan dengan menindak para pembantai orang utan.

Menurut Hardi, semua upaya yang dilakukan pihaknya akan sia-sia dan pembantaian akan terus terjadi, jika penegakan hukum kepada pembantai orang utan dan satwa lainnya, tidak dilakukan. Hardi menilai pemerintah saat ini hanya melihat solusi ekonomi semata, tanpa diimbangi pertimbangan ekologi.

Menurut Hardi, sebanyak 1.200 orang utan kini sudah dievakuasi ke pusat-pusat penyelamatan. Namun teorinya, satu orang utan yang diselamatkan mewakili delapan hingga sepuluh orang utan lain yang terbunuh. Bisa dikatakan 2.400 sampai 12.000 orang utan telah terbunuh.

Pembunuhan orang utan yang terus terjadi disebabkan oleh pembabatan hutan yang dibuka untuk perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Selain masalah habitat, orang utan dianggap hama karena memakan tunas kelapa sawit. Di akhir wawancara, Hardi berpesan agar orang utan sebagai ikon konservasi nasional Indonesia segera diselamatkan dari pembantaian.(***)




(sebelahkiri) anakan orangutan sebelum dibunuh :(


tulang belulang orangutan yang ditemukan


#justicefororangutan #saveorangutan

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. binggung nih pemerintah indonesia sebenarnya tahu atau pura2 tidak tahu

    BalasHapus

komentar anda sangat membantu saya untuk blog ini, terimakasih :)

Postingan Populer